Panduan Kokurikuler Kurikulum Merdeka Terbaru 2025
Panduan Kokurikuler Kurikulum Merdeka Terbaru 2025

Pengertian

Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. 

Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan, yaitu:

  1. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 
  2. kewargaan; 
  3. penalaran kritis; 
  4. kreativitas; 
  5. kolaborasi; 
  6. kemandirian; 
  7. kesehatan; dan 
  8. komunikasi.

Dimensi Profil Lulusan

1 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME Dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengacu pada individu yang memiliki keyakinan dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaannya, berakhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesame manusia, dan lingkungan.
2 Kewargaan Dimensi kewargaan mengacu pada individu yang bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.
3 Penalaran Kritis Dimensi penalaran kritis mengacu pada individu yang memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir logis dan analitis, serta mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan, berargumentasi logis, dan memanfaatkan literasi dan numerasi untuk memecahkan masalah.
4 Kreativitas Dimensi kreativitas mengacu pada individu yang mampu berperilaku produktif, menciptakan inovasi, dan merumuskan solusi bagi permasalahan di sekitarnya.
5 Kolaborasi Dimensi kolaborasi mengacu pada individu yang membiasakan diri untuk peduli dan berbagi, serta membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di lingkungan sekitar.
6 Kemandirian Dimensi kemandirian mengacu pada individu yang mampu bertanggung jawab, berinisiatif, dan beradaptasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri.
7 Kesehatan Dimensi kesehatan mengacu pada individu yang menjalankan pola hidup bersih dan sehat berdasarkan pemahaman tentang kebugaran, kesehatan fisik dan mental, dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungannya.
8 Komunikasi Dimensi komunikasi mengacu pada individu yang memiliki kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik dan benar, sesuai etika dalam beragam konteks dan moda.

Membuat Modul Perencanaan Projek Kokurikuler

Untuk mendukung kegiatan, sekolah dapat menggunakan modul resmi dari Kemendikbud atau menyusun modul mandiri. Dalam menyusun modul projek perlu menentukan beberapa hal:

Dimensi profil lulusan

Satuan pendidikan (tim) sebaiknya membuat analisis terlebih dahulu dalam menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikembangkan dalam kegiatan kokurikuler. Profil lulusan yang dikembangkan dalam satu kegiatan projek boleh lebih dari satu diantara 8 profil lulusan dalam kokurikuler.

Tema kegiatan kokurikuler

Keberadaan tema berfungsi mengaitkan kegiatan kokurikuler sesuai dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid. Tema dikembangkan oleh satuan pendidikan diperbolehkan menggunakan inspirasi tema dalam panduan ini.

Bentuk kegiatan kokurikuler

Ada 3 bentuk utama dalam kegiatan kokurikuler. Ketiga bentuk utama kokurikuler adalah:

  1. Kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu
  2. Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7KAIH
  3. Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnya

Tujuan Pembelajaran

Komponen tujuan pembelajaran adalah gabungan antara kompetensi yang ingin dibangun dan konten atau muatan nilai yang ingin ditanamkan. Kompetensi merujuk pada kemampuan murid delapan dimensi profil lulusan. Sementara itu, konten dapat berupa tema proyek, kebiasaan positif, nilai-nilai khas satuan pendidikan, atau isu kontekstual yang menjadi ruang belajar bagi murid.

Merancang Aktifitas

Ada banyak jenis aktivitas pembelajaran yang bisa menjadi kegiatan kokurikuler. Berikut beberapa jenis aktivitas pembelajaran yang dapat digunakan sebagai referensi/inspirasi:

  1. Aktivitas yang bersifat praktikal
  2. Aktivitas keagamaan
  3. Kunjungan/pemanfaatan fasilitas umum
  4. Aktivitas penelitian yang melibatkan pengumpulan dan penyajian data
  5. Aktivitas penelitian berbasis riset dan studi literatur
  6. Aktivitas yang bersifat advokasi
  7. Pelibatan narasumber

Aktivitas pembelajaran siswa didorong aktif melalui pembelajaran berbasis projek (Project Base Learning). Berikut adalah penjabaran setiap tahapan sintaks PjBL:

No Fase Kegiatan
1 Menentukan Pertanyaan Mendasar Guru memberikan pertanyaan mendasar yang relevan dengan kehidupan nyata untuk memantik rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka untuk melakukan aktivitas atau proyek.
2 Mendesain Perencanaan Proyek Siswa dan guru berkolaborasi untuk merancang desain proyek, yang harus disesuaikan dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
3 Menyusun Jadwal Pembuatan Proyek Setelah perencanaan, disusun jadwal pelaksanaan penyelesaian proyek secara rinci.
4 Memantau Siswa dan Progres Proyek Guru memonitor aktivitas siswa selama mereka mengerjakan proyek, serta mengamati kemajuan proyek yang dijalankan.
5 Menguji Hasil Proyek Hasil proyek siswa diuji melalui presentasi, di mana siswa menjelaskan proses pengerjaan dan menjawab pertanyaan dari guru.
6 Evaluasi Pengalaman Belajar Guru dan siswa secara bersama-sama melakukan evaluasi dan refleksi atas pengalaman belajar selama proses proyek, serta memberikan umpan balik.

Merancang Asesmen

Asesmen dari kegiatan kokurikuler dilaporkan dalam kolom tersendiri pada rapor hasil belajar. Bentuk pelaporan secara umum, tidak selalu harus mengacu pada Capaian Pembelajaran dari suatu mata pelajaran.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menyusun asesmen kokurikuler diantaranya:

  • Mengacu pada alur perkembangan Delapan Dimensi Profil Lulusan. Asesmen harus dirancang untuk menilai ketercapaian dimensi profil lulusan secara ringkas.
  • Fleksibel dan Kontekstual. Asesmen sebaiknya cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan konteks kegiatan, bentuk kokurikuler (pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, G7KAIH, atau cara lainnya), serta karakteristik murid dan satuan pendidikan.
  • Asesmen formatif dan sumatif dalam koku rikuler dapat diintegrasikan dalam asesmen intrakurikuler jika diperlukan,dengan tetap memasukkan deskripsi kokurikuler di kolom rapor.
  • Deskripsi di rapor didasarkan pada asesmen formatif dan sumatif

Download Panduan Kokurikuler